Masa depan
Pernahkah anda memikirkan tentang masa depan anda? Berbicara tentang masa depan adalah membicarakan sesuatu yang berupa teka-teki yang tebakan kita kadang bisa benar, kadang bisa salah.
Tak ada orang yang tau bagaimana nasib masa depannya kelak.
Jika hari ada ini ada orang yang berjaya dan sukses, belum tentu dimasa depannya ia akan tetap berada dalam kesuksesan. Bisa jadi ia tinggalkan kesuksesannya atau ia bangkrut habis dan gulung tikar.
Atau ada orang hari ini ia orang biasa-biasa aja, tapi dimasa depannya tiba-tiba mendadak ia menjadi orang yang sangat sukses. Baik sukses dalam percintaan, pergaulan, bisnis dan dalam mengelola dua kehidupan.
Masa depan itu penuh dengan tanda tanya..
Jikalau anda ingin masa depannya sukses dalam perihal dunia, maka bergiatlah, berusahalah, ubahlah dan carilah duniamu ini dengan sungguh-sungguh tapi dengan tanda kutip " Jangan lupa berdo'a".
Masa depan adalah hari esok, sedangkan masa lalu adalah kemarin.
Sedang masa depan jangka panjang adalah alam kubur, Mahsyar, shirath dan Jannah.
Kita sering terkelabui tentang masa depan jangka panjang.
Tanpa terasa kian hari kita terus meninggalkan masa lalu kita dan sedang menuju masa depan kita yang abadi.
Sehingga ada dikatakan waktu itu hanya 3 hari saja Kemarin, Hari ini dan Besok.
Dengan kata lain Telah terjadi, Sedang terjadi atau berlangsung dan Akan terjadi.
Dalam 1 menit kita bisa mengucap Allah sebanyak 70 kali.
Masa sesudah dunia disebut Akhirat.
Jika alam awal ini kekal tentu tidak ada alam akhir, tapi alam akhir itu ada awal dan tidak ada akhirnya.
Masa yang panjang tentu penciptanya menginginkan bahwa kita harus berjuang untuk pandai-pandai dalam menjalankannya.
Suatu hari nanti jerih payah di alam yang fana akan membuahkan hasil yang memuaskan.
Alam Akhirat adalah masa depan.
Siapa yang menanam benih Ia akan menuai hasil.
Siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin Ia orang yang bahagia dan beruntung, Siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin Ia orang yang istiqamah dan rugi karena tidak meningkat.
Hiduplah didunia ini seakan-akan kamu tak
Carilah duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya dan carilah Akhiratmu seakan-akan kamu mati esok.
Walaupun hidup seribu tahun tapi kalau tidak beribadah dan tiada sembahyang tiada gunanya.
Waktu adalah pedang yang jika kamu tidak ahli dalam menggunakannya ia akan melukaimu dan menebasmu.
Jadikanlah shalatmu seakan_akan adalah shalatmu yang terakhir kali.
Jika kamu tidak berdiri dibelakang imam suatu saat kamu akan berbaring kaku di depan imam tapi tidak dengan seperti keadaanmu sekarang ini.
Camkanlah bahwa tanpa engkau sadari mungkin kain kafan yang akan membungkus tubuhmu kelak sedang dijahit disaat kamu sedang tertawa gembira.
Kubur itu adalah pintu gerbang pertama menuju alam akhirat.
Dunia itu ibarat rumah yang memiliki dua pintu, Engkau masuk kedunia dari satu pintu yakni perut atau kemaluan ibumu dan Engkau keluar dari dunia dari pintu yang lain, yakni pintu kubur.
Maksimalkanlah sisa-sisa waktumu untuk beribadah dan bertaubat.
Orang yang mati dan kembali dalam keadaan sudah bertaubat seperti bayi yang lahir dari dalam kandungan.
Ingat saat bayi atau kamu lahir dalam keadaan menangis, semua keluarga tertawa gembira menyambut bayi lahir. Kemudian kamu tha'at kepada tuhan dan bermanfa'at bagi manusia. Saat kematianmu kamu tersenyum dan semua orang bahkan keluargamu ikut menangisimu.
Sebagaimana bayi lahir ucapannya Huwa..Huwa ( Dia, Dia : Allah ), maka sewaktu kamu mati kamu juga harus bisa mengucap Allah dan Laa ilaaha illallah.
Kelak pakaian yang paling bagus kamu pakai adalah kain kafan, kendaraan terakhirmu adalah kerenda, dan rumah terakhirmu adalah pemakanan.
Jika engkau ingin melihat Hakikat dunia pergilah ketempat sampah yang disitu ada tahi tinja kotoran, bangkai2 hewan, dan pakaian atau kain yang compang-camping, besi2 berkarat serta tengkorak2. Itulah makanan2 yang enak, kendaraan2 mewah, pakaian yang indah2 dan rupa2 yang cantik serta ganteng ..bgitulah berakhirnya.
Kirimkan apa yang kamu miliki keakhirat.
Tabung dan ambil bunganya yang halal diakhirat.
Kematian itu ada dua, mati seni dan mati tidak berseni, Mati seni adalah mati syahid.
Dua hal yang membuat kamu diridhai tuhan Allah, Ridha orang tuamu dan'Amal2 yang membuat tuhanmu ridha.
Jika kamu tidak bisa meninggalkan dosa, maka kurangilah dosa tersebut.
Banyakkanlah memohon ampunan.
Satu orang yang mendapat hidayah berkatmu maka menjadi sebab kamu memperoleh satu tiket masuk kedalam jannat.
Senyum adalah sedekah tanpa uang.
Shalat dalam segala amal bagaikan kepala pada badan, bagaimana kiranya jika kamu bertemu dengan orang yang tiada kepala ?
Dzikir itu ibarat orang ada ruh
Sedang tidak bezikir seperti mayat. Zombi yang berjalan.
Quran akan menjadi orang yang wangi semerbak menemani mayit dalam kubur.
Kurban,masjid dan menolong orang akan jadi kebdaraan di titian shirat.
Shalawat akan mendatangkan syafa'at nabi Saw.
Silaturahmi memanjangkan umur dan tambah rezeki.
Berhajilah jika kamu mampu harta dan jika terpanggil.
Puasa itu sehat dan perisai dari maksiat dan api.
Sabar itu bersama Allah.
Ikhlash terselamat dari fitnah dan gangguan iblis serta bala tentaranya.
Syukur akan ditambah nikmat.
Pelajarilah segala macam ilmu yang bermanfa'at, utamakan ilmu Akhirat.
Fardhu ain, fardhu kifayah, kesehatan, ilmu warits, ilmu alat, ilmu ladunni, hadits, fiqh, ilmu tajwid, ilmu astronomi, dan ilmu tentang tanda2 akhir zaman lewat nubuwat. Karena memang kita sudah hidup di akhir zaman.
Jika dudah mampu untuk nikah maka nikahlah karena itu sunnah nabi.
Bacalah kitab2 dan buku2 terjemahan para ulama yang mu'tabar yang yang Ahlussunnah wal jama'ah serta boleh taqlid ke imam madzhab tertentu.
Tanyalah pada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.
Ulama itu pewaris para nabi.
Kalau bertemu wali Allah usahakan berkhidmat dan melayaninya untuk ambil keberkahan dan keshalihannya.
Sekali-kali do'akanlah orang yang berbuat baik padamu.
Do'@kan kaum muslimin dan muslimat.
Nasehatilah orang yang minta nasihat.
Hilangkanlah keburukan dengan cara buat kebaikan.
Jangan lupa doakan kebaikan untuk ana.
k
Rabu, 13 November 2024
Nasehat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar